moon

The Moon

18 Des 2012

Antik


Stock opname sendirian itu fokus dan kadang-kadang nemu hal yang ajib. Salah satunya ini. Amazing banget ini sparepart. Dibungkus selama 25 tahun dari tahun 87 sampe sekarang ga pernah di utak-utik. Barang antik.

9 Des 2012

Tragedi Antara Super Junior dan Saya




Sebuah weirdo thing bagi saya untuk suka sama cowok-cowok ini. Baru sekitar 3 bulan ini saya mulai menaruh perhatian sama boyband Korea ini. Padahal mereka ada sejak tahun 2005. Kenapa? Bisa di bilang predikat boyband di mata saya itu jelek. Menurut saya mereka cuma ngandelin penampilan yang "cantik". Beda sama cowok-cowok yang ngeband, yang bisa nunjukin skill mereka waktu mainin alat musik. Ga peduli penampilan yang cuma jaket, kaos atau kemeja dan jeans belel, tetep aja wow di mata saya jika instrumen yang mereka mainin berhasil bikin mata saya ga berkedip (hiperbola.com). But thats the fact. Lalu boyband apa? Penampilan doang. Harus dandan. Pake eyeliner, lipstik dan teman-temannya. Ga masalah buat mereka kalau suara pas-pasan yang penting penampilan pangeran. Tapi itu enggak banget buat saya. Apalagi saat lagi booming K-Pop, lalu orang-orang kita yang sontak ikut-ikut bikin grup boyband-girlband, mata dan kuping saya 100% ketutup. Males ngikutinnya.

Saya nunjukin banget ga kesukaan saya. Mama, kakak dan adik saya penggemar Super Junior. Setiap kali mereka muncul di O'Channel, di acara K-Pop gitu, mereka bertiga yang langsung seru. "Wawawawww... " berisik. Saya? Masuk kamar, sumpel kuping pake headset. Sempat saya coba ngeliat MV mereka. Waktu itu yang saya lihat Mr Simple dan Sorry sorry. Tapi ya udah. Gitu aja. Ga gimana-gimana.

Terus kenapa bisa jadi suka?

Sebuah ketidaksengajaan saya mendengar lagu Bonamana dari laptop saya. Adik saya pernah menyimpan lagu-lagunya di situ. Mungkin dia lupa nge-delete. Lagunya powerfull banget. Energinya bikin kita dibawa naik dan walaupun dah sampe puncak, tapi masih di bawa naik lagi. Awesome music, full of energy dan yah, terjadilah "tragedi" itu. Bisa dibilang saya "ditembak" sama Suju pake lagu Bonamana.

Apa yang kamu lakukan kalau kamu mulai tertarik pada "sesuatu"? Mencari tahu tentang "sesuatu" itu kan? Itu yang saya lakukan. Saya mulai mencari tau tentang mereka dan dari artikel-artikel di internet itu saya tahu kerja keras mereka untuk sampai dan bertahan ditaraf ini seperti apa. Beberapa diantara mereka juga lucu-lucu. Saya nonton hampir semua acara reality show mereka. Menghibur sekali. Mengocok perut, sangat. Geu namja said "Geunyeoga imi nal barabol junbiga dwae isseotnabwa".
Well, Oppa, I've already look at you.

Setelah malam tragedi itu, besoknya saya langsung laporan sama adik saya, "Gw positif kena virus suju gara-gara lo.." Dia ngakak. Asem.


8 Des 2012

Perawan Putih yang Cantik

Apaan tuh??

???
 
Wadduuh??

Heeehe. Itu salah satu kucing yang sering main ke rumah saya. Di foto-foto di atas kayaknya dia ketiduran waktu lagi nonton tv dari luar jendela (gubrak). Dia cantik, putih, bersih, selalu ceria, lucu dan imut-imut. Di ajak becandanya asik. Ibaratnya kalo manusia, dia itu anak SD yang baru lulus. Makanya saya juluki dia Si Perawan Putih yang Cantik. Panggilannya Emong. Sudah sekitar seminggu lebih dia meninggal. Tapi  semalam, juga malam-malam kemarin,  saya masih berharap dia ada nongkrong di depan pintu rumah saat saya pulang kerja. 

Saya masih ingat sebelum mendengar kabar dia meninggal. Dia galau bukan main. Dia naik ke pangkuan saya dan hanya duduk diam. Hanya kuku kaki-kaki depannya mencengkram-cengkram kaki saya. Kayak gelisah. Padahal biasanya dia ga pernah diam seperti itu. Saat itu saya pikir Pusi (kucing cowok lain yang juga suka main ke rumah saya) "mengganggu" dia. 

Saya lupa kapan malam terakhir saya mendudukan dia di pangkuan saya, karena saya ga pernah menyangka kalau itu malam terakhir saya sama dia. Dia masih saja diam waktu saya elus dan ga bereaksi apa-apa saat saya ajak becanda. Setelah itu saya ga pernah melihat dia lagi. Minggu kemarin lah saya baru dapat kabar dari kakak saya kalau tetangga saya menemukan badan Emong di sebelah rumahnya dan dengan baiknya beliau langsung mengubur Emong. 

Saya masih belum tau penyebab dia meninggal. Kasian membayangkan dia sendirian seperti itu. Waktu saya kelas 3 SMP, saya pernah menunggui kucing saya yang juga meninggal karena sakit. Unforgetable memories.




Waktu Emong kecil. Nyelip-nyelip di kaki saya.

Emong tidur bareng abangnya (Komeng). Lucu yah. Tidur di leher abangnya. Abangnya juga pasrah aja. :') 

Pagi-pagi seperti ini, kalau saya di rumah, Emong biasanya mindik-mindik masuk ke dapur minta makan atau ke kamar saya, mencari-cari sesuatu untuk dibuat main. Udah ah. Matanya banjir. We love you, Emong.

7 Des 2012

Sunny, Apeujin Anhni ?



Masuk bulan Desember di tahun ini, dari awal sampai sekarang, pikiran saya ga bisa lepas dari si dia. Ada apa ya?

Somehow, ada beberapa kali tiba-tiba saya kepikiran dia, selalu ada sesuatu yang terjadi sama dia. Saat ibunya meninggal, saat dia ada di Jakarta dan saat anaknya lahir. Ah, ya. Saya ingat waktu ulang tahun saya di tahun 2011. Pikiran saya ga lepas dari dia. Dan 3 hari kemudian, saya tahu kalau bulan depan dia akan menikah.

Apeujin anhni? manhi geokjeongdwae.

23 Nov 2012

Sekolah Apung

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/23/10244136/.Sekolah.Mengapung.Tenaga.Surya.Brilian.di.Tengah.Keterbatasan

Ini bener-bener membuat saya ingat masa-masa SMEA dulu.
Dulu, saya dan teman-teman (Anah - Sa'anah, Rosid - Abdul Rosid dan Pudin - Syaripudin Murdan) punya mimpi mendirikan sekolah apung di Situ Cipondoh. What a nice dream, I guess..
 

16 Nov 2012

apa kabar ombak? do you hear this?




sometimes the way home takes so long
sometimes i get so tired and exhausted
as soon as i opened the door, i fall asleep
and when i wake up no one is there

when i lay my body in the small bathtub
a small snail comes to me
with his small voice, he whispered to me

*that someday when that day comes
i will go to the ocean at the end of this harsh world
no one saw it but
i will follow the waves that i can hear in my head
i want to go forever

on the road filled with cars
in as small corner store
i headed out on the street
with a pack of cigarettes and a melting ice cream bar

the sun is up high, shining on me
when small snail suddenly comes to me
and greets me
and sings for me quietly

*that someday when that day comes
i will go to the ocean at the end of this harsh world
no one saw it but
i will follow the waves that i can hear in my head
i want to go forever

i gave up my everything but
now everything is fading away like smoke
with my remaining strength
to finally satisfy and get rid of my dreams
to forget everything, i will cross the sea

11 Nov 2012

"You have to take off Your Veil"


Saya sudah ada niat ingin resign dari tempat saya bekerja sekarang. Kebetulan di dekat rumah saya akan dibuka sebuah lembaga pendidikan yang saat itu saya belum tahu namanya. Yang dibutuhkan adalah administration staff dan english teacher. Saya belum begitu percaya diri menjadi seorang guru bahasa inggris secara ngajarin keponakan saya aja ga sabaran nya luar biasa. hee.. Akhirnya melamarlah saya sebagai administration staff. Hari kamis saya kirim lamaran via fax, hari sabtu di telepon diminta datang hari senin pagi. Di situ saya baru tau nama lembaga pendidikan itu. Ga usah disebutlah namanya yah. Senangnya dapat telepon itu. Thanks God, syukur Alhamdulillaahh. Sempat saya searching di google tentang lembaga itu, tapi infonya ga cukup memuaskan. Ya sudah, saya coba saja dulu datang. Kalau ternyata ga sreg ya sudah, cari yang lain.

Datanglah saya hari senin pagi, setelah terlebih dulu ijin dateng siang ke kantor. Pagi-pagi jam 6 saya berangkat (interview jam 9). Secara saya tau daerah yang saya lewati itu macetnya luar biasa. Saya tiba jam setengah 9 dan jam setengah 10 baru dipersilakan untuk mengisi form wawancara. Ada cerita dibalik tibanya saya di sana. Ketika saya sampai, tempatnya masih sepi. Hanya ada beberapa office girl dan security, juga mas mas penjaga kantin. Kucuk kucuk saya menghampiri si mas mas itu. "Mas, numpang nanya. Kantornya sebelah mana?" "Keperluan apa ya Mbak?" "Saya diminta datang untuk interview, mas" "Oh, silakan duduk dulu disitu, nanti dipanggil" "Ok, makasih". Duduklah saya di bangku yang berjejer ga jauh dari situ. Tek, di depan saya ada sebuah gedung yang pintunya terbuka dan di dindingnya saya lihat "palang". Salib. Nah. Perasaan saya langsung tuing tuing. Tuing tuing yang tuing tuing. Saya langsung sms adik saya. "Bersalib cin. Serem" Adik saya mbales, "Jeuhh, sama aja dong" Mungkin maksudnya bosnya yang sama. Dah ada rasa pengen kabur aja dari situ. Tapi saya pikir lagi, dicoba aja dulu. Kalo ga dicoba kan ga tau.  Akhirnya saya duduk disitu, ngobrol-ngobrol sama office girl yang juga ada disitu. Dari situ saya tau kalo yang akan ngewawancara saya nanti adalah si pemilik langsung. Beliau chinese dan non muslim. (si mbak itu pake nunjuk-nunjuk salib di depannya). Kucuk-kucuk dateng lagi satu cewek yang ternyata juga mau interview. Dia ngelamar posisi teacher. Satu lagi tambah temen ngobrol saya. Dari situ saya tau kalau bos ini lulusan sekolah di Amerika (wow). Kebeteluan cewek ini pernah interview juga, tapi di tolak karena dia ngelamar jadi guru matematika, sementara yang dibutuhkan guru bahasa inggris. Tapi sekarang dia dipanggil lagi. Makanya dia bisa menilai si bos ini. Dia bilang, orangnya ga kaku, asik dan flexible. Nah, perasaan saya menjadi lebih baik berkat info dari si mbak ini.

Jam setengah 10 dipanggil, isi form wawancara, 5 menit kemudian di panggil ke ruangan bos. I saw him, finnaly. Saya diwawancara pake bahasa inggris, berhubung posisi yang saya lamar mengharuskan bisa bahasa inggris. Awalnya di tanya kenapa mau pindah, saya jawab bla bla bla. Lalu beliau menjelaskan tentang kebebasan suku, kebebasan beragama di lingkungan pendidikan itu, bahwa sama sekali ga ada diskriminasi apa pun disitu (well, perasaan saya semakin lebih baik). Saya appreciate banget, "Thank you, sir. Thank you very much". Dia terus menjelaskan ini itu ini itu dan saya berkali-kali bilang begitu. Amazing banget beliau ini, pikir saya. Rasa saya sudah tinggiiiii banget sampe dia bilang kalau saya harus melepas jilbab saya. Glek. Pause.

Saya lupa bagaimana kalimat dia ketika meminta hal itu, sebab saya tu yang bengong gitu sampe harus mencerna maksud dari kalimat itu dua kali. Saya sampe nanya lagi, "You meant, I have to take off this?" tanya saya sambil memegang jilbab saya. "Yes, you have to take off your veil."

Sepanjang perjalanan pulang, maksud saya, dari tempat interview saya ke tempat kerja, saya berpikir ga ada habisnya. Apa ada hubungannya antara jilbab dan kemampuan seseorang bekerja? Memang bukan sekali ini saja saya mendengar tentang seseorang yang diminta "menelanjangi dirinya" ketika melamar sebuah pekerjaan, tapi rasanya beda yah kalo kamu ga ngalamin sendiri. Terlebih lagi setelah mendengar pidato panjang lebar tentang kebebasan beragama dan suku. Awal saya bekerja ditempat yang sekarang, saya belum memakai jilbab. Setelah percobaan 3 bulan, saya dipanggil sama bu manager yang menyatakan saya lulus dan dinyatakan sebagai pegawai tetap. Saya sudah dipesan untuk enggak memakai jilbab. Alasan dia karena jilbab, kerudung dan teman-temannya itu bukan seragam (alasan yang sama yang dipakai bos lembaga pendidikan tadi). Setahun, dua tahun. tiga tahun, saya nekat mau make. Saya dateng lagi ke bu manajer dan bertanya apakah saya boleh memakai jilbab (sekedar info, saya adalah satu-satunya cewek yang muslim di kantor itu). Bu manajer bilang, "Boleh aja, tapi coba kamu pikir-pikir lagi deh. Gudang itu kan panas, bla bla bla..." Saya tegesin lagi, "Tapi boleh kan bu?" "Coba kamu pikir-pikir lagi bla bla bla..." "Jadi boleh ya bu." "Pikir lagi bla bla bla.." Senin pagi saya datang dengan jilbab biru, ah senangnya. Bu manajer ga komen apa-apa. Saya pikir kalo ga boleh, ya pecat, dipecat aja.

Itu dia segelintir kenangan yang apa ya. Ya gitu deh. Saya masih bertanya-tanya sampai sekarang. Bukannya kesel atau apa sih. Memang mungkin belum jodoh kerja di situ. Bukan rejeki saya. Tapi ya itu tadi. Apa jilbab itu sesuatu yang memalukan? Bukan seragam? Ada alasan yang lebih dari pada seragam kan? Apa memang ada hubungannya jilbab dengan kapabilitas seseorang? Atau memang konspirasi aja? Ada yang tau?
Seharusnya saya tanya langsung sama bosnya yah. Tapi berhubung saya dah males ngeladeninnya saya langsung pamit pulang aja. PHP kata adik saya. Pemberi Harapan Palsu. Gubrak.

5 Sep 2012

Cerita Lalu



Semalam, menjelang tidur tiba-tiba saya teringat kejadian bertahun-tahun yang lalu saat saya masih kelas 5 SD. Saat itu saya sedang Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) yang diadakan oleh ekskul Pramuka. Ceritanya kempingnya di sekolahan, tidur di meja. Jam 3 pagi dibangunin, disuruh Kakak Pembina baris yang rapih, terus peregu atau peranggota disuruh ke lapangan yang dulu kami sebut Lapangan Perak. Sekarang sih dah jadi perumahan. Jalan dari sekolahan ke lapangan itu jalan kampung. Lumayan adalah satu kilo. Kebayang ga jalan kampung? Yang gelap, yang banyak pohon-pohon, beragam jenis pohon dari pohon beringin sampe pohon bambu dan teman-temannya, belum lagi ada kompleks kuburan pula. Nah, bisa lah nebak akhir dari cerita saya ini. Hehe.. Kebetulannya, saya yang jadi ketua regunya. Sebenernya sih saya cuma wakil, berhubung ketuanya ga bisa ikut jadinya saya deh yang mimpin ekspedisi ini (taelah ekspedisi).
Tau dong, peraturan baris-berbaris kalo ketua regu harus berjalan di sebelah kanan regunya. Jadilah saya dengan gagahnya berpikir optimis memimpin teman-teman saya, menyemangati mereka kalau tidak akan ada apa-apa. Tapi bisik-bisik ketakutan teman-teman saya malah bikin saya ketar-ketir juga. Konyol yah. Sampe ada yang bilang "apa tuh putih-putih di atas pohon?". Saya dengan bandelnya tetep optimis. "bukan apa-apa. yuk jalan terus". Ada lagi temen saya yang merengek, "tunggu yang di belakang aja yuk, rame-rame." Belum lagi saya jawab, dari arah kiri tiba-tiba aja..... "HUAHAHAAAAAA!!!" Sosok putih menyeruak dari sesemakan bikin kaget setengah hidup sukses bikin regu kita pontang-panting lari ketakutan balik lagi ke arah kita pergi , sampe kita ketemu kakak-kakak senior yang dengan berwibawanya nenangin kita.

Setelah malam Persami itu, saya langsung meriang. Demam. Awalnya saat ngaji malam seninnya. Adapun tempat ngaji saya dulu adalah semacam sekolah madrasah yang kalo malam memang di pakai untuk mengaji. Di samping kanannya masih berupa kebun-kebun gitu. Berjendela pula. Malam itu saya ketakutan sekali. Takut melihat ke arah jendela. Takut kalau "si putih" reseh itu tau-tau berhuahaha lagi di jendela. Benar-benar takut. Sangking takutnya saya menangis di tempat ngaji itu. Saat Guru saya bertanya, saya malah semakin menangis sesenggukan. Saat dia menyentuh tangan saya, langsung dia menyuruh teman saya untuk mengantar saya pulang. Berasa panas kali yah.

Ketakutan itu berlanjut saat di rumah. Saya sama sekali ga berani memandang jendela atau kegelapan saat malam. Saat ketakutan itu saya menangis. Saat-saat ketakutan itu, saya dihibur oleh lagu Peter Cetera yang Wanna Take Forever To Night. Sampe sekarang, kalo ada terdengar lagu itu, keinget lagi ketakutan-ketakutan itu.

Masalah "si putih" ini, saya sudah berhasil mengatasinya sejak memahami benar-benar apa maksudnya. Paham dari buku-buku, dari Al-Qur'an. Jadi ya, sampe sekarang tetep optimis kalau jalan di kegelapan malam. Hehee. 

Peristiwa - Takut terjadi lagi - Menangis.

Sepertinya itu juga yang membuat saya menunggui dia di kantor seminggu ini. Saya takut dia pulang malam lagi, atau takut dia ga pulang lagi. Karena kalau dia begitu saya pasti menangis. Tanya kenapa. Its just happen.






4 Sep 2012

Musibah





Kayaknya, kalo diibaratkan roda, posisi saya lagi di bawah nih. Bermula dari hari Sabtu sampe sekarang. Alhamdulillah ga terus-terusan yah. Alhamdulillaah.


Hari Sabtu, laptop ketumpahan kopi. Keyboardnya ngambek sampe sekarang. Tadi ada nanya sama langganan kantor harganya 425 ribu, sementara waktu searching di google harganya rata-rata di bawah 300. Nah lho. 

Hari Senin, berangkat kerja, tabrakan sama motor di harmoni. Lumayan lecet-lecet plus keseleo yang masih berasa sampe sekarang.

Eh, tadi Bos Toko nanya sama saya gayanya nyolot banget, saya ganti solotin, eh dia malah tambah ngomel2. Kalo yang terakhir ini sih bikin geli. Puas rasanya. Kalo dibilang kurang ajar ya berarti setiap hari dia kurang ajar sama saya. Kalo dibilang dia orang tua ya mestinya dia lebih tau dong cara menghormati yang muda.

Ga tau yah. Gairah kerja makin hilang rasanya. Padahal saya dah bertekad ingin menyelesaikan pekerjaan yang ada karena akhir tahun pengen resign, tapi semakin hari semakin melihat kekonyolan sistem yang ada di sini rasanya bener-bener ga kuat. Semau bos sendiri. Seperti saat saya kecelakaan kemarin, saya ijin pulang jam 3 mau urut. Masih mending sih di kasih, tapi mau tau ga apa pesan dari beliau? Bukan "ya udah, semoga cepet baikan ya" bukan, bukan itu. Tapi "ya udah! tapi besok masuk ya!" ....................................

Mungkin pikiran saya lagi cakadul ga karuan.
Rasanya ingin tidur sampe puas.

31 Agt 2012

Pria di sekitar Saya







Hari ini hari yang panjang.
Saya berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain tanpa tau tujuan, berusaha ga memikirkan apa yang membuat saya begitu.
Sepagian ini air mata saya ga mau berhenti mengucur. Mata saya bengkak dan saya berusaha ga mempedulikan tatapan aneh orang-orang.

Saya memperhatikan kelakuan pria-pria di tempat  saya bekerja. Para pria-pria beristri yang selingkuh, bersungut-sungut kalau istri mereka telepon,  beralasan lembur tapi ternyata berjudi menghabiskan uang gajian di kantor. Para pria lajang yang ga bosen-bosennya menelpon gadis-gadis, menggombali mereka habis-habisan, membicarakan gadis-gadis, menghitung untung ruginya memacari mereka, ikut pula berjudi dan bengong kalau uang mereka habis. Ah.

Saya ingat seseorang yang dulu sempat membuat dunia saya jungkir balik. Dia teman sekantor saya, mantan penjudi. Orang pertama yang dekat dengan saya. Omongannya luar biasa manis. Saya membicarakan kemungkinan dia akan berbuat begitu lagi dan dengan manisnya dia bilang "ga akan pernah begitu lagi. ga akan pernah pulang malam lagi. apalagi setelah nikah sama kamu, pastinya langsung tenggo." ya ya ya.  Tahun 2008  kemarin dia nikah dengan gadis lain, dan setahun terakhir ini dia berjudi lagi.

Dan pagi ini. Awalnya saya memikirkan dia. Yang seharusnya jam setengah sembilan malam sudah sampai di rumah tapi belum terdengar juga raungan suara motornya dan saya tau dia begitu lagi.
Kamu tau rasanya putus cinta? Ini rasanya lebih dari itu. Lebih sakit. Kamu tau, seseorang yang kamu sayang, satu ikatan darah denganmu, mengecewakanmu, mengingkari janjinya, rasanya pedih. Luar biasa. Itu yang membuat airmata saya mengucur sepagian ini. Saya belum tau bagaimana caranya menghalau perasaan ini, bagiamana membuatnya kebal. Setiap kali memandang wajahnya seketika saya menangis. Kamu ga bisa menganggapnya biasa seperti sakit hati dengan pacar, putus, lupakan lalu move on.

Atau mungkin memang saya yang terlalu paranoid yah. Atau memang adanya begitu? Menurut kamu?

28 Agt 2012

Surat Untuk Abang



Tangerang, 28 November 2010

Jika saja aku bisa menyampaikan ini, maukah abang membacanya? Jika saja aku bisa menjelaskan semuanya, maukah abang memaafkan aku? Kesalahan besar seorang wanita adalah keinginan agar pasangannya tau apa maunya tanpa harus mengatakannya. Abang tau? Aku ingin abang selalu ada. Aku ingin abang terlihat benar-benar menginginkan aku. Aku ingin abang memperhatikan aku. Aku ingin bermanja-manja selalu dengan abang. Sehari, sedetik, aku selalu menginginkan abang. Tapi abang ga selalu ada. Aku tau waktu abang bukan hanya untuk aku. Itu kesalahan keduaku. Aku ga dewasa dalam menjalani sebuah hubungan. Seharusnya aku sabar. Aku mencoba untuk sabar, bang. Aku terus mencoba sabar dan mencari sudut mana yang masih belum aku tembus.

3 Februari, ulang tahunku bang. Lihat, kesalahan besar seorang wanita adalah ingin pasangannya tau apa yang diinginkannya tanpa harus mengatakannya. Aku ingin abang ada di sisiku di hari itu. Kalaupun tak ada waktu, aku ingin abang mengucapkan selamat untukku. Tapi abang ga ada dan abang ga mengucapkan selamat padaku. Kesalahanku adalah ga mengatakan apa yang ku mau.

Kesalahan terbesarku adalah ga sabar dan berpaling dari abang. Aku tau itu ga bisa dimaafkan. Tapi, jika abang tau alasannya, maukah abang memaafkan aku? Saat itu aku hanya perempuan yang menginginkan perhatian utuh seorang pria. Pria yang menunjukkan bahwa dia menginginkan aku. Pria yang mampu melakukan apa saja demi sayangnya padaku. Aku tau aku salah. Aku harusnya bersabar. Demi abang. Tapi aku ga melakukannya. Aku egois yah. I just want you to want me like I want you most. Thats all.

Note: Bukan tertulis, tapi terukir. Paten. Jika pun harus dihapus, harus berdarah-darah dulu.
Itu nama abang yang terukir di sini. Di hatiku.

Sepotong surat, sekelumit kenangan.
Ada yang bilang saya masih terbayang-bayang masa lalu. Mungkin iya.
Jadi, wahai, kamu, Sunny, sang Angin.
Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil.
Just like you ever said. 
Semoga kamu bahagia di sana.

24 Agt 2012

amazing cycle


Dah lama juga yah dah ga ngeblog. Saya lagi tergila-gila sama sims social dan sims city. KP dan TA saja terbengkalai, apalagi blog. Heu. Payah memang. Saya sedang berusaha menyemangati diri untuk bergegas menyelesaikan BAB IV lalu secepatnya presentasi, mengerjakan TA, lulus dan segera cabut dari perusahaan ini. LHO?? Iya. Semoga jalannya dimudahkan. Aamiin. Seandainya ngerjain KP dan TA itu seasik main sims. Aamiinn. heu.

Untuk rekan kerja baru saya. Maaf, kalo keliatannya saya jutek. Saya memang males banyak bicara, apalagi sama orang yang kebanyakan bicara, tapi omdo yang ga jelas cuma buat cari muka. Just be your self lah. Kayak saya. Ga suka ya ga suka. Kalo memang dari sananya kamu begitu, ya sudah. Jauh-jauh aja dari saya, dari pada kamu saya jutekin terus. Kasian kamunya. LHO?? Iya. Semoga dosa-dosa saya diampuni. Aamiin.

Lalu ada sesuatu  yang menurut saya hidup itu bener-bener amazing sekali. Ada sebuah pengakuan dari pemuda yang katanya suka sama saya, kalau dia sempet  tergoda dengan yang lain. Sempat timbul rasa cemburu, sakit hati dan semacamnya, tapi hanya sebentar. Karena saya tau saya yang salah. Lalu saya malah heran kenapa dia ga ninggalin saya aja. tuing. Setelah saya sendirian, saya berpikir sambil bicara pada "tembok" :
1. bingung
2. bukan salah kamu juga kalau kamu berpaling disaat kamu merasa saya ga perhatian sama kamu
3. karena saya pun pernah berpaling disaat saya merasa dia ga perhatian sama saya
4. thats a weirdo things, u know. life is a cycle
5. jadi siapa penjahatnya di sini, saya pun  ga tau
6. dia yang ga perhatian atau saya yang lapar perhatian
7. saya yang ga perhatian atau kamu yang lapar perhatian
8. semua yang terjadi sama dia, terjadi sama saya
9. semua sikap dia menjadi sikap saya
10. kamu menjadi saya yang keblinger mencari-cari perhatian
11. kamu menjadi saya yang kebingungan merasa saya seperti ga punya perasaan yang kamu rasakan
Jleb.
Jangan bingung  ya. Itu hal yang lucu, karena saya bisa merasakan apa yang kamu dan dia rasakan. saya mengalami hal yang kamu dan dia alami.
Ada ga sih yang punya pengalaman begini? Straight. Jleb!!
Karma? Karmanya siapa? Dia atau saya? Saya atau kamu?
Nah, dari pada balik ke point 1, mending tidur.
Nungguin sims  loading tapi ga beres-beres. Smartnya lagi ga frenly.

Semoga doa-doa Pak Mario Teguh dikabulkan. Aamiin.

16 Jun 2012

unimportant words

Is there anyone ever feel emptiness as I've feel?
Is there anyone ever feel some untrust to the others as I've feel?
Is there anyone ever feel uncomfortable with the others as I've feel?
Is there anyone ever feel that you are so selfishly as I've feel?
Is there anyone ever feel always wants to be lonely but suddenly wants someone appear to borrowed his shoulder as I've feel?
Is there anyone or its just me?

keinginan untuk dicintai apa adanya aku
keinginan untuk dimengerti apa inginku
keinginan untuk merasa nyaman dengan diam ku
bisakah seperti itu?

"memandangi matahari sore tanpa ada satu kata pun terucap, tapi aku merasa nyaman dengannya"

"memandanginya berjalan lewat di hadapanku, memujanya bagaikan dewa yang bila tak sehari saja tak kulihat, aku seperti kehilangan nyawa"

"mendengar suaranya di pagi hari seperti charger ekstra untukku, membuatku semangat"

 aku merindukan rasa itu.

rasa yang pernah membuatku jatuh bangun berurai air mata
rasa yang pernah membuatku tersenyum di saat gundah merindunya
rasa yang pernah membuatku tertawa hanya dengan melihatnya
rasa yang sebenarnya ga perlu banyak kata
rasa yang sebenarnya bisa kupertahankan hanya dengan percaya

"hati lo yang dah aneh"
aneh atau mati?

I'm sorry. I've try my best to love you, but we know that it doesnt work out.

3 Jun 2012

Badai Pasti Berlalu

Pernah ga sih ngerasa kalau hidup kamu kacau balau. Bukan maksud hati ga bersyukur, tapi memang ada kalanya manusia merasa down dan putus asa ya kan? Kayak berdiri di roda yang berputar, ada kalanya kamu di atas, ada saatnya kamu di bawah. Sekarang ini posisi saya kayak lagi di bawah. Tiba-tiba aja semuanya menerjang seperti badai yang ga ada habis-habisnya. Rumah, keluarga, kerjaan, kuliah sampai relationship menyerbu saya habis-habisan. Sebenarnya obatnya gampang. Obat itu ada di dalam diri sendiri, tapi butuh energi murni (taelah "murni") untuk memunculkannya dan rasanya beraaat sekali. Always want to gubrak all the time.

Yang paling membuat saya down adalah kecewa. Apa sih definisi kecewa? Mengharapkan sesuatu yang ternyata ga terjadi. Sedikit mengutip dari buku Hunger Games (dengan perubahan kata ganti orang ke tiga) "...tapi aku mengambil langkah mundur dari semua orang, membangun dinding untuk melindungi diriku agar tidak membutuhkan siapa pun, dan keadaan tidak pernah sama lagi." Mungkin itu yang sedang saya lakukan. Semakin dalam kecewa yang saya rasa, semakin tinggi dinding yang saya bangun.

Saya ingat pertama kali kerja di gudang, saya perempuan sendiri dan orang-orang di sekitar saya seperti memusuhi saya dan ga mau mengulurkan tangannya untuk membantu saya. Kamu bayangkan saya harus mengepak, mengangkat engine yang lumayan berat untuk perempuan kayak saya. Sekali saya minta bantuan tidak di tanggapi, saya kerjakan sendiri sampai saya terbiasa untuk ga membutuhkan bantuan siapa pun. Semua kerjaan yang berhubungan dengan sparepart saya handle sendiri. Sekarang saya sudah ga di gudang lagi. Saya pindah ke kantor utama di posisi inventor control sekaligus sales sparepart. Masalah ga berhenti. Orang yang menggantikan saya bener-bener keder. Saya paham kondisinya. Tapi orang-orang keep blame him, ga mau ngerti kondisinya kayak apa. Dia kerja sendirian. Handle ribuan sparepart dan kamu terus ngomelin dia ini itu harus gini gitu tapi ga mau ngebantuin apa-apa. Itu sangat nyebelin. Mungkin kamu harus ngerasain posisi dia, baru kamu tau rasanya. Tapi orang ini juga nyeleneh. Saya juga kadang gemes ngadepinnya. Kebanyakan bengong juga kalo kerja. Lemot juga kayak hp smart saya dulu. Si bos toko juga ga ada tindakan apa-apa. Yang ada saya lagi yang kena. *mari kita gubrak.

Sampai urusan cinta. ah, cinta. Pernah saya janji untuk ngebahas perbedaan cinta dan kagum? Kalau kagum, kamu hanya sampai sebatas suka, dan ga ada keinginan apa-apa. Cuma suka. Tapi kalau cinta, kamu bukan hanya suka tapi kamu rela melakukan apa saja untuk dia yang penting dia bahagia. Kamu ingin dia selalu bahagia, no matter what. Itu sih definisi saya. Kamu cinta sama saya? Mudah sekali bilang, saya cinta kamu, saya sayang kamu. Tapi kalau cuma omongan doang alias tong kosong ya buat apa. Saya takut ga bisa mempertanggung jawabkan omongan saya. Saya belajar dari pengalaman orang-orang yang gampang banget bilang "i love u" sama saya yang ternyata cuma bikin saya terpuruk. Kecewa. Saya ngomong apa sih? *ngemplang kepala.

Semalam saya ketemu chat sama Runia, teman satu kampus, satu jurusan, satu angkatan. Ceritanya kita lagi ngurusin transkip nilai untuk tau pastinya berapa SKS yang udah di ambil. Biasanya setiap minggu kita ke kampus, tapi berhubung hari ini dia ada acara, jadi kemarin dia duluan ke kampus dan semalam dia menyampaikan kabar yang lagi-lagi bikin saya kecewa. Tugas akhir sudah di depan mata. Target saya tahun ini lulus. Tapi hasil transkip revisi hanya 127 SKS. Sementara sks yang sudah di ambil sekitar 138-an. Akademik bilang, kalau di antara 138 SKS itu ada yang masuk ke mata kuliah pilihan. Jadi, selama ini apa? Ngirit-ngirit ngambil SKS, ga boleh lebih, ga boleh kurang. Katanya supaya pas 4 tahun. Awal semester 8 kemarin sempet di suruh ambil 2 mata kuliah lagi, tapi ternyata di semester ini ga dibuka, jadi harus bayar 400 ribu lagi untuk 1 mata kuliah. Ini udah minggu ke empat di semester 8, tapi urusan nilai dan sks juga mata kuliah ga ada yang beres. See? Always want to gubrak all the time.

Dari pagi ini lagunya Chrisye terus menemani saya. Matahari.

Musim berlalu, resah menanti
Matahari pagi bersinar gelisah
Semua bukan milikku, musim itu tlah berlalu
Matahari segera berganti
Dimana kau timbun daun yang layu?
Makin gelisah aku menanti matahari
Dalam rimba kabut pagi
Sampai kapan kah aku harus menanti
Awan yang hitam tenggelam dalam dekapan
Daun yang layu berguguran di pangkuan
Kapan badai pasti berlalu
Resah aku menunggu
Kapan badai pasti berlalu
Badai pasti berlalu.

Saya paling susah curhat langsung dengan kata-kata. Kebanyakan orang-orang yang saya curhatin malah gantian curhat masalah mereka. Susah nyari pendengar yang baik. Tulisan ga perlu di dengar. Dan kebanyakan orang juga males baca, jadi yang penting saya dah puas ngeluarin uneg-uneg saya. Ngomong apa sih saya *ngemplang kepala lagi.

29 Apr 2012

Ledakan Kepala

Baru sepuluh menit yang lalu saya ingin mengerjakan kartu stok yang sengaja saya bawa ke rumah, kepala saya sudah pusing. Sepertinya kerja seperti ini hanya akan terus membuang waktu saja. Kerja yang prosedurnya ga jelas. Semua ingin perfect tapi kalo prosedurnya kacau begitu alias terserah bos toko ya apa jadinya. Pake sistem yang paling keren juga ga akan bisa, secara sistem pun pake prosedur. Kecuali si sistem juga di desain untuk bisa ngikutin prosedur yang kacau. Kira-kira bisa ga ya? Bikin sistem untuk bisa bohongin pajak dan bohongin konsumen. Beneran kepala saya mau meledak rasanya.

23 Apr 2012

Cerita cinta dari Negeri Dongeng




Saat ketulusan dan kesungguhan di ragukan apa yang kamu lakukan?
Saat kamu sendiri meragukan ketulusan dan kesungguhan orang yang menyayangi kamu, apa yang kamu lakukan?
Masih adakah cinta seperti cerita dari negeri dongeng di realita dunia ini? 
Saya sendiri sudah enggak percaya. Terserah kamu mau ngomong apa dari ujung dunia ke ujung langit, mendingan kamu ngomong sama tembok aja. #tuiiiiinngg...gubrak!

Mungkin cinta yang benar hanya pada Allah SWT saja. Bukan mungkin ya, tapi memang iya. Selebihnya hanya komitmen dan tanggung jawab kepada pasangan untuk saling menyayangi dan melengkapi sebagai tanda cinta kepada Allah SWT. Baiklah, saya ga akan macam-macam lagi. Cukup sudah saya berpetualang dengan cinta yang sudah ga punya arti apa-apa karena sudah begitu gampangnya di ucapkan tanpa ada tanggung jawabnya. Bagi pria-pria yang enggak bosan-bosannya menyatakan cinta pada saya atau berulang kali bilang sayang pada saya, berusaha sekuat tenaga supaya saya percaya pada anda, jangan pernah berharap saya mengeluarkan ucapan yang sama sebelum anda melamar saya. Siap-siap aja menerima muntahan dari saya.. :-D. #PD sekaleee..(sambiltepukjidat).

Ah, semoga pria yang menjadi suami saya nanti ga bosan-bosannya menyayangi saya yang keras kepala ini karena Allah dan ga pernah bosan berkata sayang pada saya setiap detiknya sampai saya dan dia keriput nantinya juga karena Allah. Aamiin. (semogaa calon suami saya baca blog ini... aamiiinn).

Pria Sempurna





Tiba-tiba teringat film taiwan di jaman dulu, sekitar tahun 2004. Langsung si jari-jari mengetik keyword "mars vic zhou" di you tube. Dapet deh soundtrack filmnya. Ah, ga tau ya saat saya menonton scene demi scene di soundtrack ini, saya sadar kenapa dulu saya terlalu gampang di buai rayuan laki-laki. Saya terlalu menganggap laki-laki yang dengan manis mendekati saya itu berkarakter seperti Cheng Ling. Saya mengharapkan sekali sosok pria seperti Cheng Ling, seorang pembalap yang ganteng, keren, konyol, lucu, brutal tapi perhatian dan sayang banget sama Qi Luo. #tepukjidatsambilketawasendiri. Tapi itu dulu. Setelah menjalani kenyataan yang sebenarnya saya baru sadar dengan realitas yang ada. Mungkin karena realitas itulah yang membuat saya malas nonton film-film korea yang lagi tren sekarang ini. Sungguh sebuah virus yang bisa merubah cara berpikir seseorang. Baca serial twilight saja bisa membuat saya merindukan sosok seorang Edward loh. #tepukjidatlagi. Tapi kembali ke realitas, ga ada gading yang ga retak, ga semua lelaki sempurna, bahkan diri ini pun juga ga sempurna. Cukuplah agamanya yang ganteng dan niat baiknya dalam membangun sebuah rumah tangga yang smw. Aamiin.

22 Apr 2012

Dermaga Menggelap





Lampu sudah di matikan. Dermaga tidak lagi menunggu. Menunggu membuat dermaga berharap. Harapan belum tentu menjadi kenyataan. Sementara kenyataan yang terjadi itu menyakitkan.

Mungkin sudah bosan. Mungkin sudah ada dermaga baru. Mungkin, mungkin dan mungkin, berjuta kemungkinan yang enggak ingin pikirkan. Di dalam kegelapan ,berjuta pikiran mencuat berebut menempati posisi stak teratas membuat saya pusing.

Sebuah pelajaran kodrat yang menjadi teladan saya selama ini, dermaga ga akan pernah menghampiri sang kapal. Bunga ga akan pernah bisa menjemput sang kumbang. Ke mana sang kapal berlayar, dermaga ga akan tahu. Ke mana sang kumbang terbang, bunga ga akan pernah tahu. Ke mana harus mencari kalau kamu ga tau ke mana mereka pergi?Kalo pertanyaan ini ditanyakan ke keponakan saya yang kemarin baru saja merayakan ultahnya yang ke 3, dia akan tangkas menjawab, "ke hatimuu.." #tepukjidat.

Dermaga hanyalah sebuah tempat untuk singgah sementara. Kapal datang ketika letih dan pergi saat sudah segar. Apa dia memikirkan perasaan dermaga? Enggak. Tujuannya hanya kembali ke pelabuhan di mana dia aman tertambat. Jadi apa yang dermaga harapkan dari sang kapal? Kehadiran sang kapal. Kebutuhan sang kapal akan dirinya. Keinginan menjadi pelabuhan utamanya. Karenanya dermaga tetap menunggu, setiap malam, menikmati setiap detiknya. Merasakan kekecewaan yang berulang kali karena sang kapal tidak datang.

Saat kapal lain tertambat bersamaan, sang kapal tidak mau berbagi. Marah, lalu pergi. Mungkin enggak akan kembali. Mungkin kembali, tapi dengan setengah hati. Kemudian merasa ga nyaman, kemudian benar-benar pergi ga kembali. Sang kapal ingin dermaga selalu ada untuknya. Bagaimana dengan keinginan dermaga yang menginginkan sang kapal selalu ada untuknya? Diabaikan.
Maka, ketika dermaga memutuskan untuk menggelap, mungkin dia sudah lelah menunggu.

Jika wanita cerewet, itu sudah kodrat. Jika pria pintar menggombal, itu juga sudah kodrat.

Wanita hanya bisa menunggu. Prialah yang memutuskan. Itu pun kodrat.

dan aku pun menggelap.

Selamat malam, kamu.

21 Apr 2012

SUNNY #part1



Kamu tahu, lagu pun bercerita...

 


 

Lihat cara dia berjalan, oh mengagumkan.. oh mengagumkan
Ikutilah jalan pikirannya, oh mengesankan.. oh mengesankan
Ingin sekali ku tunjukkan betapa berartinya senyumnya untukku

Ikutilah gerak jarinya, kau kan terkesan.. kau kan terkesan
Dengarlah dia bernyanyi, kau kan terharu lalu membisu
Ingin sekali ku katakan betapa berarti tingkahnya bagiku

Karena aku selalu pasti mengagumi dengan hati
Di setiap jengkal indahnya, di setiap jengkal buruknya
Karena aku selalu pasti mengikuti lewat mimpi
Di setiap sudut terangnya, di setiap sudut gelapnya


19 Apr 2012

Seorang Penulis #part2


Yak, saya masih di kantor. Dengan kepala dan mata ekstra tuing tuing. Jika ada yang mengerti tentang kartu stock, bayangkan jika kartu tersebut cakadul dari tahun 2010. Input yang tidak beraturan, faktur ada yang di input ada yang enggak, sementara pengeluaran banyak. Pasti kepala dan mata kamu juga akan seperti saya. Ekstra tuing tuing. Dan bukan satu macam barang saja melainkan PULUHAN bahkan RATUSAN barang yang kartu stocknya amburadul. Dan saya yang baru dimutasikan sekitar 8 bulan yang lalu harus "mau tidak mau" "menjernihkan" masalah kartu stock ini sambil berusaha untuk enggak memikirkan orang yang dulu bertugas mengontrol kartu stocknya. "Hey, kamu ini kerjanya ngapain aja sih??" (keluh)
Baiklah, kali ini sambil menunggu panggilan Papa untuk pulang, saya akan melanjutkan cerita yang tadi. Jika tulisan ini selesai, saya akan mulai berhitung ria lagi. Jika tidak, ya wassalam. :-D.
Cerita tadi sampai mana ya? Sebentar saya view dulu blog yang tadi.....
Ah, ya. Facebook dan penulis yang pengen banget jadi Edward Cullen. :-D... Bener-bener si dia itu. Saya sempat ketemu chatting di facebook. Sekuat hati saya mengetikan "assalamualaikum, mas" sambil dag dig dug menunggu. Ga lama dia mbales "walaikumsalam.." ....... Udah, gitu aja. Payah ya saya ini. :-D... Semenjak itu saya selalu mengikuti status-status dia di facebook. Juga blognya. Membaca blognya membuat saya semakin kagum sama si penulis ini. Nah, karena sering baca blog beliau ini lah saya jadi terinspirasi untuk mulai menulis lagi. Menuangkan segala sesuatu isi hati pikran dan perasaan yang mungkin orang lain sudah malas mendengarkan, secara orang-orang lebih suka didengarkan dari pada mendengarkan (kerasa banget :-p)dan membiarkan jari-jari ini menari mengikuti lantunan hati (gubrak). Saya malu nyebutin namanya. Hehee.. Cukup saya aja yang tahu. Kenapa? Kenapa yaa.. Yah, gitu aja deh. Lagian kalian juga pasti ga mau tau.. :-D. Saya cuma sekedaar kagum. Kagum itu beda banget loh sama jatuh cinta. Nanti hasil risetnya saya paparkan di sini.. Promise. Insya Allah..
Ada satu lagi penulis yang bukunya baru-baru ini saya baca. Kalau yang ini ga apa-apa saya sebutin namanya. Agustinus Wibowo. Beliau membuat saya semakin suka menjelajah daerah baru. Membaca buku Mas Agus ini membuat saya merasa berpetualang ke daerah Asia Tengah sana. Terserah percaya atau enggak, saya membacanya di boncengan motor saat berangkat kerja. Sementar si Papa memacu motornya, saya asyik terbang ke Asia Tengah di belakangnya :-D.. Saat mata beralih dari buku, saya baru sadar kalau saya lagi di jalan. :-D...
Berpetualang, menjelajah daerah baru sangat ingin saya lakukan. Tapi kayaknya mental dah ga kuat. Naik gunung tahun kemarin saja sudah alhamdulillah bisa pulang dengan selamat. Itu juga nekat, penasaran sangking pengennya. :-D.
5 menit menuju jam setengah 10. Masih belum ada tanda-tanda jemputan datang. Baiklah, saya akan lanjutkan lagi hitung menghitungnya.... (keluh)... :-D..

Seorang Penulis #part1

Sambil menunggu magrib, melepas kepenatan sejenak, jari-jari ini ingin menari bebas lagi di atas tuts-tuts karakter keyboard. Seharian ini saya mengetik angkaaaa terus. Beda dengan mengetik laporan kerja praktek atau laporan TA ya. Kalau ngetik begituan malah pegel karena harus bolak balik melihat buku acuan. Kalau ngetik di blog, tergantung si jari-jari mau neken huruf yang mana. Ya kan ya kan ya kan #gapentingbanget.

 Baiklah. Hari ini super padat. Kerjaan luar biasa. Sebenarnya kerjaan saya bisa beres setiap hari tanpa harus lembur begini setiap saat kalau saja saya tidak diganggu sama orang-orang di samping kanan, kiri, depan, belakang yang mentang-mentang lebih senior dari saya nyuruh saya nge-back up kerjaan mereka. Hahaa.. kayak ngeluh yah. Tapi saya berusaha untuk ga ngeluh dan tetap ngerjain yang mereka mau walaupun kadang-kadang sambil nyanyunyanyu. Itung-itung belajar dan kalau saya yang kesusahan mereka mau bantu. Aamiinn.

Btw, ada yang bertanya-tanya ga ya, kok saya rajin nulis di blog sekarang? Biasanya setahun 2 kali.. (ngikik). Seperti yang pernah saya tweet di twitter, menulis itu bagus. Terutama orang seperti saya yang agak-agak susah mengutarakan isi hati dengan ucapan, secara saya kalau ngomong itu super amburadul. Makanya saya jauh dari cita-cita menjadi sales. Tapi sekarang saya menjabat inventory control sambil nyales. Semoga customer yang saya layani ga heran dengan omongan-omongan saya yang suka belibet :-D. Back to the topic. Saya rajin nulis blog gara-gara seorang penulis yang apa yaa.. Lugu. Lucu. Kocak. Apa adanya. Tapi kayaknya dia ga tau kalau dia tuh begitu. TApi ga tau juga ya.. hehee..

Awalnya saya lihat bukunya di gramedia. Judulnya menarik. Begitu saya baca komentar-komentar di cover belakang bukunya, banyak yang muji, kebanyakan seperti yang saya bilang. Beruntungnya saya, buku itu sudah dalam keadaan terbuka, dah ga di bungkus plastik lagi. Saya baca isinya. Wah, gaya nulisnya baguuus. Bagus dalam artian apa yaa.. yah bagus lah. Berasa "gw banget" (hehee). Iseng saya cari nama penulisnya di facebook, ternyata adaa. Langsung saya add. Saya lupa kapan si penulis ini confirm. Waktu itu saya liat foto-foto dia di facebook yang nyaru-nyaru jadi edward di twilight. Langsung saya ketawaa abis-abisan. Eh, dah magrib. Lanjut nanti deh.

18 Apr 2012

The Raid vs The Woman In Black

Versus
Lama lah tak bersua.. (apa sih).. Dari kemarin jari-jari ini gemas ingin menari di keyboard, tapi internet sungguh lemot. Dan malam ini saya bela-belain jari ini menari-nari sesuka hati, mumpung si internet mau lari, jadi bila ada kata-kata yang menyinggung hati salahkan saja si jari-jari. Malam senin kemarin saya nonton film The Raid. Dari awal saya lihat traillernya di tv, saya udah mengeluarkan ultimatum "Nggak akan mau nonton film ini". Why? Karena.... gimananya, ck. Lihat traillernya aja dah meringis ga karuan gimana nonton filmnya? Apa sih yang membuat meringis? Kalo ada yang udah pernah nonton filmnya pasti ngertilah maksud saya. Kepala orang di banting-banting ke tembok (begidik). Itu kepala mas, mbak. Kepala. Dengkul kepentok meja aja ngilunyaaa setengah mati. Ini kepalaaaaaaaaa.. STOP!! Okeh, cukup membahas tentang kepala. Yang jelas, saya akhirnya nonton film itu karena teman dekat (baru teman dekat) saya penasaran banget katanya. Jadilah. Dan guess what, saya lupa di menit ke berapa, yang pasti masih di awal-awal film ada adegan si bos nembak-nembakin kepala orang-orang (yang darahnya jelas banget muncrat gitu)sampai tinggal orang terakhir, pelurunya habis. Saya dah bisa menebak, pasti yang terakhir ini caranya lebih sadis. Bener aja kan. Ada palu di dalam laci. Saya ga tau adegan selanjutnya karena saya sudah menutup mata dan kuping, sambil berbisik ke teman di sebelah saya, "Pulang yuukk.." #tepuk jidat. Sepulangnya dari nonton, saya sempat diskusi sama adik saya yang juga sudah nonton film The Raid. Kebetulan minggu kemarinnya kami baru saja nonton film Woman In Black, film horor banget yang sampe sekarang hantunya masih kebayang dan masih bikin saya gemes. Saya tanya adik saya. "Kalo lo di suruh milih, film mana yang mau lo tonton lagi : Woman In Black atau The Raid?" Dia pilih The Raid. Alasannya karena The Raid ga ada hantu-hantunya. Dalam hati saya, "iya, ga ada hantunya, tapi banyak setannya" (ngikik sendiri). Saya ga bilang film ini ga layak di tonton. Kan tergantung masing-masing penggemar film. Kebetulan saya dah ga favorit nonton film yang sejenis The Raid ini. Dulu waktu masih SMP atau SMEA, saya lupa, film macam Scream, Final Destination dan teman-temannya, saya pantengin sampai habis. Tapi sekarang, ga tau ya kenapa, ga kuat aja. Action The Raid ini keren sih,terutama adegan berantemnya yang ga satu dua satu dua, ga kayak orang senam gitu. Dan masih ga ngerti jalan ceritanya. Tapi kalo di suruh nonton lagi, saya lebih milih mentahnya aja. Heee.. Tapi buat kamu yang sudah mengajak saya, yah, jangan nyesel atau merasa bersalah yah. seenggaknya kamu jadi tau gaya saya kalo lagi nonton film macam tuu.. :-p Fenomena yang bikin miris saat nonton film ini, banyak anak kecil yang juga nonton. Ada juga yang di dampingi orang tuanya. Saya cuma bisa garuk-garuk kepala, semogaa si orangtua ini bisa mengarahkan anak-anaknya supaya bisa meniru yang baik-baik dan meninggalkan yang jahat-jahat. Aamiinn.. Untuk yang ga di dampingi orang tuanya, yaaahh.. semoga semoga semogaaaa yang bagus-baguslaah.. :-p Baiklah jari, sudah cukup. Lanjut besok lagi. Mari kita tiduuuur.....