moon

The Moon

29 Apr 2012

Ledakan Kepala

Baru sepuluh menit yang lalu saya ingin mengerjakan kartu stok yang sengaja saya bawa ke rumah, kepala saya sudah pusing. Sepertinya kerja seperti ini hanya akan terus membuang waktu saja. Kerja yang prosedurnya ga jelas. Semua ingin perfect tapi kalo prosedurnya kacau begitu alias terserah bos toko ya apa jadinya. Pake sistem yang paling keren juga ga akan bisa, secara sistem pun pake prosedur. Kecuali si sistem juga di desain untuk bisa ngikutin prosedur yang kacau. Kira-kira bisa ga ya? Bikin sistem untuk bisa bohongin pajak dan bohongin konsumen. Beneran kepala saya mau meledak rasanya.

23 Apr 2012

Cerita cinta dari Negeri Dongeng




Saat ketulusan dan kesungguhan di ragukan apa yang kamu lakukan?
Saat kamu sendiri meragukan ketulusan dan kesungguhan orang yang menyayangi kamu, apa yang kamu lakukan?
Masih adakah cinta seperti cerita dari negeri dongeng di realita dunia ini? 
Saya sendiri sudah enggak percaya. Terserah kamu mau ngomong apa dari ujung dunia ke ujung langit, mendingan kamu ngomong sama tembok aja. #tuiiiiinngg...gubrak!

Mungkin cinta yang benar hanya pada Allah SWT saja. Bukan mungkin ya, tapi memang iya. Selebihnya hanya komitmen dan tanggung jawab kepada pasangan untuk saling menyayangi dan melengkapi sebagai tanda cinta kepada Allah SWT. Baiklah, saya ga akan macam-macam lagi. Cukup sudah saya berpetualang dengan cinta yang sudah ga punya arti apa-apa karena sudah begitu gampangnya di ucapkan tanpa ada tanggung jawabnya. Bagi pria-pria yang enggak bosan-bosannya menyatakan cinta pada saya atau berulang kali bilang sayang pada saya, berusaha sekuat tenaga supaya saya percaya pada anda, jangan pernah berharap saya mengeluarkan ucapan yang sama sebelum anda melamar saya. Siap-siap aja menerima muntahan dari saya.. :-D. #PD sekaleee..(sambiltepukjidat).

Ah, semoga pria yang menjadi suami saya nanti ga bosan-bosannya menyayangi saya yang keras kepala ini karena Allah dan ga pernah bosan berkata sayang pada saya setiap detiknya sampai saya dan dia keriput nantinya juga karena Allah. Aamiin. (semogaa calon suami saya baca blog ini... aamiiinn).

Pria Sempurna




video

Tiba-tiba teringat film taiwan di jaman dulu, sekitar tahun 2004. Langsung si jari-jari mengetik keyword "mars vic zhou" di you tube. Dapet deh soundtrack filmnya. Ah, ga tau ya saat saya menonton scene demi scene di soundtrack ini, saya sadar kenapa dulu saya terlalu gampang di buai rayuan laki-laki. Saya terlalu menganggap laki-laki yang dengan manis mendekati saya itu berkarakter seperti Cheng Ling. Saya mengharapkan sekali sosok pria seperti Cheng Ling, seorang pembalap yang ganteng, keren, konyol, lucu, brutal tapi perhatian dan sayang banget sama Qi Luo. #tepukjidatsambilketawasendiri. Tapi itu dulu. Setelah menjalani kenyataan yang sebenarnya saya baru sadar dengan realitas yang ada. Mungkin karena realitas itulah yang membuat saya malas nonton film-film korea yang lagi tren sekarang ini. Sungguh sebuah virus yang bisa merubah cara berpikir seseorang. Baca serial twilight saja bisa membuat saya merindukan sosok seorang Edward loh. #tepukjidatlagi. Tapi kembali ke realitas, ga ada gading yang ga retak, ga semua lelaki sempurna, bahkan diri ini pun juga ga sempurna. Cukuplah agamanya yang ganteng dan niat baiknya dalam membangun sebuah rumah tangga yang smw. Aamiin.

22 Apr 2012

Dermaga Menggelap





Lampu sudah di matikan. Dermaga tidak lagi menunggu. Menunggu membuat dermaga berharap. Harapan belum tentu menjadi kenyataan. Sementara kenyataan yang terjadi itu menyakitkan.

Mungkin sudah bosan. Mungkin sudah ada dermaga baru. Mungkin, mungkin dan mungkin, berjuta kemungkinan yang enggak ingin pikirkan. Di dalam kegelapan ,berjuta pikiran mencuat berebut menempati posisi stak teratas membuat saya pusing.

Sebuah pelajaran kodrat yang menjadi teladan saya selama ini, dermaga ga akan pernah menghampiri sang kapal. Bunga ga akan pernah bisa menjemput sang kumbang. Ke mana sang kapal berlayar, dermaga ga akan tahu. Ke mana sang kumbang terbang, bunga ga akan pernah tahu. Ke mana harus mencari kalau kamu ga tau ke mana mereka pergi?Kalo pertanyaan ini ditanyakan ke keponakan saya yang kemarin baru saja merayakan ultahnya yang ke 3, dia akan tangkas menjawab, "ke hatimuu.." #tepukjidat.

Dermaga hanyalah sebuah tempat untuk singgah sementara. Kapal datang ketika letih dan pergi saat sudah segar. Apa dia memikirkan perasaan dermaga? Enggak. Tujuannya hanya kembali ke pelabuhan di mana dia aman tertambat. Jadi apa yang dermaga harapkan dari sang kapal? Kehadiran sang kapal. Kebutuhan sang kapal akan dirinya. Keinginan menjadi pelabuhan utamanya. Karenanya dermaga tetap menunggu, setiap malam, menikmati setiap detiknya. Merasakan kekecewaan yang berulang kali karena sang kapal tidak datang.

Saat kapal lain tertambat bersamaan, sang kapal tidak mau berbagi. Marah, lalu pergi. Mungkin enggak akan kembali. Mungkin kembali, tapi dengan setengah hati. Kemudian merasa ga nyaman, kemudian benar-benar pergi ga kembali. Sang kapal ingin dermaga selalu ada untuknya. Bagaimana dengan keinginan dermaga yang menginginkan sang kapal selalu ada untuknya? Diabaikan.
Maka, ketika dermaga memutuskan untuk menggelap, mungkin dia sudah lelah menunggu.

Jika wanita cerewet, itu sudah kodrat. Jika pria pintar menggombal, itu juga sudah kodrat.

Wanita hanya bisa menunggu. Prialah yang memutuskan. Itu pun kodrat.

dan aku pun menggelap.

Selamat malam, kamu.

21 Apr 2012

SUNNY #part1



Kamu tahu, lagu pun bercerita...

 


video 

Lihat cara dia berjalan, oh mengagumkan.. oh mengagumkan
Ikutilah jalan pikirannya, oh mengesankan.. oh mengesankan
Ingin sekali ku tunjukkan betapa berartinya senyumnya untukku

Ikutilah gerak jarinya, kau kan terkesan.. kau kan terkesan
Dengarlah dia bernyanyi, kau kan terharu lalu membisu
Ingin sekali ku katakan betapa berarti tingkahnya bagiku

Karena aku selalu pasti mengagumi dengan hati
Di setiap jengkal indahnya, di setiap jengkal buruknya
Karena aku selalu pasti mengikuti lewat mimpi
Di setiap sudut terangnya, di setiap sudut gelapnya


19 Apr 2012

Seorang Penulis #part2


Yak, saya masih di kantor. Dengan kepala dan mata ekstra tuing tuing. Jika ada yang mengerti tentang kartu stock, bayangkan jika kartu tersebut cakadul dari tahun 2010. Input yang tidak beraturan, faktur ada yang di input ada yang enggak, sementara pengeluaran banyak. Pasti kepala dan mata kamu juga akan seperti saya. Ekstra tuing tuing. Dan bukan satu macam barang saja melainkan PULUHAN bahkan RATUSAN barang yang kartu stocknya amburadul. Dan saya yang baru dimutasikan sekitar 8 bulan yang lalu harus "mau tidak mau" "menjernihkan" masalah kartu stock ini sambil berusaha untuk enggak memikirkan orang yang dulu bertugas mengontrol kartu stocknya. "Hey, kamu ini kerjanya ngapain aja sih??" (keluh)
Baiklah, kali ini sambil menunggu panggilan Papa untuk pulang, saya akan melanjutkan cerita yang tadi. Jika tulisan ini selesai, saya akan mulai berhitung ria lagi. Jika tidak, ya wassalam. :-D.
Cerita tadi sampai mana ya? Sebentar saya view dulu blog yang tadi.....
Ah, ya. Facebook dan penulis yang pengen banget jadi Edward Cullen. :-D... Bener-bener si dia itu. Saya sempat ketemu chatting di facebook. Sekuat hati saya mengetikan "assalamualaikum, mas" sambil dag dig dug menunggu. Ga lama dia mbales "walaikumsalam.." ....... Udah, gitu aja. Payah ya saya ini. :-D... Semenjak itu saya selalu mengikuti status-status dia di facebook. Juga blognya. Membaca blognya membuat saya semakin kagum sama si penulis ini. Nah, karena sering baca blog beliau ini lah saya jadi terinspirasi untuk mulai menulis lagi. Menuangkan segala sesuatu isi hati pikran dan perasaan yang mungkin orang lain sudah malas mendengarkan, secara orang-orang lebih suka didengarkan dari pada mendengarkan (kerasa banget :-p)dan membiarkan jari-jari ini menari mengikuti lantunan hati (gubrak). Saya malu nyebutin namanya. Hehee.. Cukup saya aja yang tahu. Kenapa? Kenapa yaa.. Yah, gitu aja deh. Lagian kalian juga pasti ga mau tau.. :-D. Saya cuma sekedaar kagum. Kagum itu beda banget loh sama jatuh cinta. Nanti hasil risetnya saya paparkan di sini.. Promise. Insya Allah..
Ada satu lagi penulis yang bukunya baru-baru ini saya baca. Kalau yang ini ga apa-apa saya sebutin namanya. Agustinus Wibowo. Beliau membuat saya semakin suka menjelajah daerah baru. Membaca buku Mas Agus ini membuat saya merasa berpetualang ke daerah Asia Tengah sana. Terserah percaya atau enggak, saya membacanya di boncengan motor saat berangkat kerja. Sementar si Papa memacu motornya, saya asyik terbang ke Asia Tengah di belakangnya :-D.. Saat mata beralih dari buku, saya baru sadar kalau saya lagi di jalan. :-D...
Berpetualang, menjelajah daerah baru sangat ingin saya lakukan. Tapi kayaknya mental dah ga kuat. Naik gunung tahun kemarin saja sudah alhamdulillah bisa pulang dengan selamat. Itu juga nekat, penasaran sangking pengennya. :-D.
5 menit menuju jam setengah 10. Masih belum ada tanda-tanda jemputan datang. Baiklah, saya akan lanjutkan lagi hitung menghitungnya.... (keluh)... :-D..

Seorang Penulis #part1

Sambil menunggu magrib, melepas kepenatan sejenak, jari-jari ini ingin menari bebas lagi di atas tuts-tuts karakter keyboard. Seharian ini saya mengetik angkaaaa terus. Beda dengan mengetik laporan kerja praktek atau laporan TA ya. Kalau ngetik begituan malah pegel karena harus bolak balik melihat buku acuan. Kalau ngetik di blog, tergantung si jari-jari mau neken huruf yang mana. Ya kan ya kan ya kan #gapentingbanget.

 Baiklah. Hari ini super padat. Kerjaan luar biasa. Sebenarnya kerjaan saya bisa beres setiap hari tanpa harus lembur begini setiap saat kalau saja saya tidak diganggu sama orang-orang di samping kanan, kiri, depan, belakang yang mentang-mentang lebih senior dari saya nyuruh saya nge-back up kerjaan mereka. Hahaa.. kayak ngeluh yah. Tapi saya berusaha untuk ga ngeluh dan tetap ngerjain yang mereka mau walaupun kadang-kadang sambil nyanyunyanyu. Itung-itung belajar dan kalau saya yang kesusahan mereka mau bantu. Aamiinn.

Btw, ada yang bertanya-tanya ga ya, kok saya rajin nulis di blog sekarang? Biasanya setahun 2 kali.. (ngikik). Seperti yang pernah saya tweet di twitter, menulis itu bagus. Terutama orang seperti saya yang agak-agak susah mengutarakan isi hati dengan ucapan, secara saya kalau ngomong itu super amburadul. Makanya saya jauh dari cita-cita menjadi sales. Tapi sekarang saya menjabat inventory control sambil nyales. Semoga customer yang saya layani ga heran dengan omongan-omongan saya yang suka belibet :-D. Back to the topic. Saya rajin nulis blog gara-gara seorang penulis yang apa yaa.. Lugu. Lucu. Kocak. Apa adanya. Tapi kayaknya dia ga tau kalau dia tuh begitu. TApi ga tau juga ya.. hehee..

Awalnya saya lihat bukunya di gramedia. Judulnya menarik. Begitu saya baca komentar-komentar di cover belakang bukunya, banyak yang muji, kebanyakan seperti yang saya bilang. Beruntungnya saya, buku itu sudah dalam keadaan terbuka, dah ga di bungkus plastik lagi. Saya baca isinya. Wah, gaya nulisnya baguuus. Bagus dalam artian apa yaa.. yah bagus lah. Berasa "gw banget" (hehee). Iseng saya cari nama penulisnya di facebook, ternyata adaa. Langsung saya add. Saya lupa kapan si penulis ini confirm. Waktu itu saya liat foto-foto dia di facebook yang nyaru-nyaru jadi edward di twilight. Langsung saya ketawaa abis-abisan. Eh, dah magrib. Lanjut nanti deh.

18 Apr 2012

The Raid vs The Woman In Black

Versus
Lama lah tak bersua.. (apa sih).. Dari kemarin jari-jari ini gemas ingin menari di keyboard, tapi internet sungguh lemot. Dan malam ini saya bela-belain jari ini menari-nari sesuka hati, mumpung si internet mau lari, jadi bila ada kata-kata yang menyinggung hati salahkan saja si jari-jari. Malam senin kemarin saya nonton film The Raid. Dari awal saya lihat traillernya di tv, saya udah mengeluarkan ultimatum "Nggak akan mau nonton film ini". Why? Karena.... gimananya, ck. Lihat traillernya aja dah meringis ga karuan gimana nonton filmnya? Apa sih yang membuat meringis? Kalo ada yang udah pernah nonton filmnya pasti ngertilah maksud saya. Kepala orang di banting-banting ke tembok (begidik). Itu kepala mas, mbak. Kepala. Dengkul kepentok meja aja ngilunyaaa setengah mati. Ini kepalaaaaaaaaa.. STOP!! Okeh, cukup membahas tentang kepala. Yang jelas, saya akhirnya nonton film itu karena teman dekat (baru teman dekat) saya penasaran banget katanya. Jadilah. Dan guess what, saya lupa di menit ke berapa, yang pasti masih di awal-awal film ada adegan si bos nembak-nembakin kepala orang-orang (yang darahnya jelas banget muncrat gitu)sampai tinggal orang terakhir, pelurunya habis. Saya dah bisa menebak, pasti yang terakhir ini caranya lebih sadis. Bener aja kan. Ada palu di dalam laci. Saya ga tau adegan selanjutnya karena saya sudah menutup mata dan kuping, sambil berbisik ke teman di sebelah saya, "Pulang yuukk.." #tepuk jidat. Sepulangnya dari nonton, saya sempat diskusi sama adik saya yang juga sudah nonton film The Raid. Kebetulan minggu kemarinnya kami baru saja nonton film Woman In Black, film horor banget yang sampe sekarang hantunya masih kebayang dan masih bikin saya gemes. Saya tanya adik saya. "Kalo lo di suruh milih, film mana yang mau lo tonton lagi : Woman In Black atau The Raid?" Dia pilih The Raid. Alasannya karena The Raid ga ada hantu-hantunya. Dalam hati saya, "iya, ga ada hantunya, tapi banyak setannya" (ngikik sendiri). Saya ga bilang film ini ga layak di tonton. Kan tergantung masing-masing penggemar film. Kebetulan saya dah ga favorit nonton film yang sejenis The Raid ini. Dulu waktu masih SMP atau SMEA, saya lupa, film macam Scream, Final Destination dan teman-temannya, saya pantengin sampai habis. Tapi sekarang, ga tau ya kenapa, ga kuat aja. Action The Raid ini keren sih,terutama adegan berantemnya yang ga satu dua satu dua, ga kayak orang senam gitu. Dan masih ga ngerti jalan ceritanya. Tapi kalo di suruh nonton lagi, saya lebih milih mentahnya aja. Heee.. Tapi buat kamu yang sudah mengajak saya, yah, jangan nyesel atau merasa bersalah yah. seenggaknya kamu jadi tau gaya saya kalo lagi nonton film macam tuu.. :-p Fenomena yang bikin miris saat nonton film ini, banyak anak kecil yang juga nonton. Ada juga yang di dampingi orang tuanya. Saya cuma bisa garuk-garuk kepala, semogaa si orangtua ini bisa mengarahkan anak-anaknya supaya bisa meniru yang baik-baik dan meninggalkan yang jahat-jahat. Aamiinn.. Untuk yang ga di dampingi orang tuanya, yaaahh.. semoga semoga semogaaaa yang bagus-baguslaah.. :-p Baiklah jari, sudah cukup. Lanjut besok lagi. Mari kita tiduuuur.....